Senin, 08 November 2010

Langit Sedang Luka




















Sore ini halaman rumah bau amis. Ada warna merah bercak-bercak di tanaman bunga milik mama. Aku menengok ke atas. Langit berwarna merah kelam.

Langit sedang luka. Sakitnya tak tertahan sampai hujan berwarna merah lalu berdarah.
Itu sebabnya mengapa aku suka langit dan hujan. Mereka klop sekali. Bisa saling memahami. Bila langit luka, hujan akan berdarah. 

Aku ingin menjadi hujanmu. Bila kamu luka, aku ingin berdarah. Tak apa biar nanti senja yang memungut perban untuk membalut lukanya.

Aku ingin menjadi hujanmu. Mengalirkan lukamu ke bawah kemudian aku alirkan entah ke mana. Toh hanya aku yang tau.

Aku ingin menjadi hujanmu. Kelak, ketika luka yang aku tanam di tanah tumbuh akan menjadi pohon kokoh yang bernama “Tenang”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar