Senin, 08 November 2010

Bawah Tanah















Ruang itu ruang yang paling dalam di antara semua ruang yang ada di atas. Ruang semu yang tak tersentuh. Gelap, tangganya rapuh. Terlalu banyak tersiram air mata mungkin. Baunya khas, bau sengat yang selalu buat aku nyaman belama-lama berada dilamnya.  

Hatiku punya ruang bawah tanah. Dalam dan bau. Rapuh dan kotor. Tapi kau juga senang tinggal berlama-lama di situ, entah sekedar mengopi atau hanya menghabiskan rokok di tanganmu.
Aku nyaman saat kau berada di sana. Aku tak mau kau pergi. Lama-lama saja tak apa-apa kok. Aku masih punya bercangkir-cangkir gerimis untuk kau minum. Aku selalu simpan gerimis yang datang setiap senja. Masih banyak di pipiku. Kau tak usah khawatir.

Namun sudah berapa lama ruang bawah tanah ini kosong. Aku biarkan pintunya terbuka. Aku biarkan semua seperti sedia kala. Sengaja tak ku bereskan, agar kelak ketika kau datang tak ada yang berubah yang kau liat. Tetap seperti itu.

Sudah lama.

Gerimis yang aku pungut sudah layu. Dalam cangkir sudah berubah menjadi biru. Aku takut saat kau datang aku tak punya stok gerimis untuk kau minum.

Karna di akhir september.

Gerimis mati.

1 komentar:

  1. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    Saat harapan mu belum terwujud maka jaganlah kamu berhenti berharap dan teruslah berusaha.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus