dia si perempuan yang senang akan kejenuhannya memukul-mukul pahit kenyataan dalam sakitnya
kata2 adalah sengatnya
lalu di lontarkan kemudian menjadi asa
aku tidak membencinya
tidak satu titikpun
tidak satu komapun
namun dia membenciku
hingga relung jiwanya mengering
sampai tangannya mengepal geram
sampai air matanya berubah jadi duri2 tajam
sampai wajah cantiknya menjadi biru
sampai kulit halusnya menjadi ungu
aku kasihan
aku mau memegang tangannya lalu berkata mari kita pergi bermain mencari hujan
luka-luka dia lebih besar dari luka-luka aku
mungkin dia terlalu bersemangat bermain hingga terjatuh sampai darah dari lukanya ada di mana mana
darahnya ada di sepatuku
ada di gelang hijauku
ada di kutex hitamku
ada di ujung2 rambutku yang bercabang
ada di tuts-tuts keyboard komputerku
aku mau membersihkannya
boleh aku membersihkannya?
aku tidak membencinya
aku mengampuninya ...
aku mengampuninya tanpa titik
aku mengampuninya tanpa koma
akumengampuninyatanpaspasi
aku mengampuninya ...
aku mengampuninya seperti yang di ajarkan padaku sebanyak 70 kali 7
mengampuni tanpa syarat ...
walau nanti aku mati di tangannya cuma satu yang aku mau dia tau
hei aku mengampunimu dan mengasihimu melebihi yang kamu kira
bunuh aku lalu lanjutkan hidupmu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar