Kamis, 01 Juli 2010

Aku Mengampuninya

dia si perempuan yang senang akan kejenuhannya memukul-mukul pahit kenyataan dalam sakitnya

kata2 adalah sengatnya
lalu di lontarkan kemudian menjadi asa

aku tidak membencinya
tidak satu titikpun
tidak satu komapun

namun dia membenciku
hingga relung jiwanya mengering
sampai tangannya mengepal geram
sampai air matanya berubah jadi duri2 tajam
sampai wajah cantiknya menjadi biru
sampai kulit halusnya menjadi ungu

aku kasihan
aku mau memegang tangannya lalu berkata mari kita pergi bermain mencari hujan

luka-luka dia lebih besar dari luka-luka aku
mungkin dia terlalu bersemangat bermain hingga terjatuh sampai darah dari lukanya ada di mana mana
darahnya ada di sepatuku
ada di gelang hijauku
ada di kutex hitamku
ada di ujung2 rambutku yang bercabang
ada di tuts-tuts keyboard komputerku

aku mau membersihkannya
boleh aku membersihkannya?

aku tidak membencinya

aku mengampuninya ...
aku mengampuninya tanpa titik
aku mengampuninya tanpa koma
akumengampuninyatanpaspasi
aku mengampuninya ...

aku mengampuninya seperti yang di ajarkan padaku sebanyak 70 kali 7
mengampuni tanpa syarat ...

walau nanti aku mati di tangannya cuma satu yang aku mau dia tau

hei aku mengampunimu dan mengasihimu melebihi yang kamu kira

bunuh aku lalu lanjutkan hidupmu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar