kamu tau kenapa warnanya kuning?
karna warna hitam itu sudah terlalu pucat
aku selalu menunggu dia datang
aku rindu ada dalam kotak kuning itu berdua saja dengannya
aku rindu duduk sendiri di pojok'nya sambil menggoyang-goyangkan kakiku yang telanjang hingga semut datang dan menari-nari di atasnya
dia tidak datang
hei kotak kuning, kamulah si saksi bisu itu
maaf aku harus pergi mencari kotak berwarna lain
dan maaf sebelum meninggalkanmu aku tutup jendela itu
aku tutup rapat agar matahari nakal tidak se'enaknya masuk dan pergi sesuka hatinya menyakitimu
trima kasih kotak kuning aku boleh singgah sebentar untuk duduk berteduh dari gerimis yang berlalu terlalu cepat
boleh aku kembali lagi nanti?
walau aku tau di saat aku kembali warnamu sudah tak kuning lagi
mungkin hijau mungkin ungu
mungkin biru atau mungkin merah muda lembut
atau bahkan entah dibiarkannya kau tidak berwarna lagi
terserah mereka mau mewarnaimu apa
tahan rasa sakit itu saat mereka mencoba menusukmu dengan crayon2 berwarna entah
atau spidol2 bercorak-corak muram
di saat aku kembali nanti aku hanya akan bisa menatapmu yang tersipu malu tidak berwarna kuning lagi
lalu kita akan mulai bercerita sambil meminum segelas coklat panas yang bungkusnya berwarna ungu
cerita-cerita yang baru cerita-cerita yang belum banyak orang tau
aku mencintaimu kotak kuning dan ribuan kenangan yang aku buat tiap detik menjulam di antara tembok dinginmu
dan aku tak kan lupa itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar